Dulu gw berencana untuk mengajari ilyan pipis di toilet saat ilyan udah bisa duduk, yaa sekitar umur 7 bulan. Tapi niat itu urung gw lakukan karena waktu itu gw dan ilyan sama sama merasa dan terlihat belum siap.
Gw waktu itu belum siap untuk mendedikasikan waktu dan energi ekstra gw khusus untuk keseluruhan proses toilet training, kenapa? Karena selain gw masih sering kena ‘shift malam’ untuk membuat beberapa botol susu pesanan my little prince atau mengganti diapersnya yang sudah nearly-fully-loaded, which is cukup membuat porsi waktu tidur gw berkurang, gw juga baru mulai ngantor lagi dan biasanya baru sampai dirumah sekitar maghrib seringnya dalam keadaan 7L (inget dong.. 7L). Sementara week end adalah hari gw untuk bermain sepuasnya sama ilyan n papanya, ngumpul dengan keluarga, have my own little time alone, dan refreshing.
Ilyan juga saat itu kelihatannya belum siap, soalnya ilyan belum bisa menunjukkan tanda-tanda kalau diapernya udah penuh, mau pipis atau mau pup.
Setelah Plan A itu gak jadi gw jalankan, gw gak langsung bikin Plan B… or Plan C, melainkan gw gak terlalu mikirin lagi kapan harus memulai si toilet training lagi. Just let it flow and make it glow.. he he he.. that’s what I tought…
Sekitar 17 bulan berselang, beberapa hari setelah ilyan meniup lilin kue ulang tahunnya yang ke-2, tiba-tiba aja muncul ide brilliant di benak gw dalam bentuk seperti tulisan asap di atas awan “it’s time for toilet training, nein… let’s get rid off that mamy pokos from your little prince! “
Saat itulah Gw benar benar merasa siap dan sangat excited dengan ide out-of-the-blue gw itu.. heheheh.. *big grin mode*.
Kenapa kali ini gw merasa siap? Karena.. pertama, ilyan suka tiba-tiba gak mau pakai diapers, dia buka celananya sendiri dan mencopot diapersnya. Kedua, ilyan udah bisa bilang pipis dan ee. Ketiga, gw merasa sedang dalam kondisi tubuh yang cukup prima dan siap untuk mendedikasikan ektra energi dan waktu gw untuk bolak balik nganterin ilyan ke toilet, bangun malam untuk mengganti diapers-malam-only nya, dan siap juga kalau harus kekurangan porsi tidur di malam hari. Keempat, orang rumah (my mom and my assistant) juga merasa siap untuk menggantikan tugas gw sebagai trainer selama gw ngantor.
Akhirnya.. here comes the big day… Hari Jumat, tanggal 1 September 2006, pagi-pagi sebelum gw berangkat kerja, gw kasih briefing dulu sama ilyan’s nanny-a.k.a-my-helpful-assistant untuk melakukan beberapa SOP toilet training for beginners versi gw :
1. Seharian ini NO DIAPERS selama ilyan beraktifitas.
2. Setiap ilyan habis bangun tidur, langsung ajak ilyan ke toilet, minta dia untuk pipis.
3. Ajak dia ke toilet untuk pipis setiap 1 ½ - 2 jam sekali.
4. Perhatikan baik-baik mimik wajah ilyan kalau mau pipis atau mau pup, atau gerak-geriknya lalu hapalkan tanda-tanda ini.
5. Pakaikan celana dalam dan celana luar yang nyaman, yang mudah dibuka.
6. Kalau ilyan kebelet dan terlanjur pipis bukan di toilet, tenang dan sabar, jangan sampai diomelin ilyannya apalagi dimarahin.. santai ajaa dan beri pengertian sama ilyan.
7. Kalau ilyan tidur siang, boleh dipasangin diapers kalau dia udah pulas banget tidurnya (supaya gak ngompol kena kasur, dan kualitas tidurnya tetap terjaga)
8. Kalau ilyan mau pup, minta dia duduk di toilet seat yang udah disiapkan, di pegangin aja supaya dia gak takut jatuh.
9. Sebelum tidur atau pergi, minta dia untuk pipis dulu supaya dia merasa nyaman.
10. sabar, sabar dan sabar.
Gw di kantor hari itu penasaran banget gimana training hari ini berjalan.. skitar lunch time, gw telpon ke rumah dan bertanya sama asisten gw.. alhamdulillah.. toilet trainingnya ilyan so far berjalan so beautifully good.
Asisten gw dan nyokap gw langsung laporan begitu gw sampai dirumah. Mereka, (termasuk gw n kak budi, my beloved husband) bener bener dibuat surprised sama ilyan. TOTALLY. Ternyata hari pertama training berjalan dengan lancar, ilyan udah langsung mengerti dan otomatis bilang ‘pipis’ kalau mau pipis dan ‘ee’ kalau mau pup.
Malam harinya tiba giliran gw untuk menjalankan tugas sebagai trainer shift malam. Dan, alhamdulillah.. berjalan mulus dan lancar.. subhanallah.. my little prince sungguh seorang yang pengertian dan juga a fast learner. Gw gak mengalami kendala yang berarti.
NO DIAPERS berlangsung seharian, sampai saat waktu tidur malam tiba. Jadi, setelah beberapa saat setelah ilyan tertidur pulas baru deh ilyan pakai diapers lagi. Kualitas tidur ilyan dan mamanya pun tetap oke!
Hari ke-2 dan hari berikutnya hampir seluruhnya berjalan sesuai harapan. Bahkan ada juga yang diluar dugaan (di hari ke-2 ilyan sudah sama sekali gak mau pakai diapers kalau lagi beraktifitas, bahkan kalau bepergian dia juga gak mau pakai diapers dan menolak untuk pipis di tempat yang bukan toilet, misalnya di pinggir jalan, di bawah pohon rindang, apalagi di tiang listrik heheheh… pokoknya ilyan maunya pipis di tempat yang ada bangunan tertutup dan ada airnya.. dan bangunan itu bernama toilet.
Wait.. Kalau ada kata ‘hampir’ berarti ada yang tidak sesuai harapan dong yaa? Betul sekali… ada beberapa yang missed.. but it’s no biggy.. gw tetap semangat dan committed. Apa aja sih yang gak sesuai harapan? Well, little accident did happened.. namanya juga belajar, jelas perlu proses kan. Very understandable.
Nih, beberapa little accident dan funny things happened during toilet training nya ilyan selama 48 hari kebelakang :
Sempet kebelet pipis, pas di depan toilet baru buka celana langsung pipis ditempat, belum sempat melangkahkan kaki ke toilet.. he he
gw sempet lupa pasang diapers waktu ilyan tidur siang, jadi kasur sempat berubah menjadi kasur lautan urin.
false alarm. Ilyan bilang mau ee, setelah duduk di toilet seat selama beberapa menit dia bilang gak mau dan turun sendiri. Gw sih santai aja, dan tetap senyum. No biggy.
Kalau lagi pup, ilyan maunya duduk sendiri, gak mau lagi dipegangin (kecuali pas di ombeh/cebok), bahkan kadang kadang gw suka disuruh nunggu di luar kamar mandi dan boleh masuk lagi kalau dia udah bener bener selesai pup. Tandanya selesai ada passwordnya : ‘udaaaahhh’ atau menggerakan flusher toilet sendiri.
Kadang ilyan suka minta gw nyanyi beberapa lagu kalau dia lagi pup. Gw juga suka ngajak dia ngobrol, cerita-cerita, nyanyi plus nari, dan macam macam lagi, supaya ilyan merasa relax. Gw juga berusaha untuk selalu kasih dia pujian setiap selesai pipis atau ee dengan sukses di toilet.
Sampai hari ini, tepat 48 hari setelah hari pertama training. Gw hari ini sudah berani declare kalau toilet training ini sukses. Karena polanya udah dapet. Insya Allah lancar seterusnya. Amiin.
My little prince, you are my smart and sweet angel.







No comments:
Post a Comment