Tuesday, December 06, 2005

my comment about kontroversi blue bird at priyadi's place

:-? hmmm.. memang, dari keseluruhan supir taxi sekitar 7 "pemain taxi" di bandung, hanya beberapa aja yang supirnya konsisten menggunakan argometer. betul, kadang menjengkelkan juga, tapi kalau dilihat-lihat dan dipikir2 lagi, apa sih yg menjadi penyebab bapa2 sopir taxi itu tdk mengaktifkan argo di taxi mereka ? mungkin aja niih, diantaranya:
1. setoran harian yang cukup tinggi (avrg 150rb/day), kalau argo di "on" kan, esok hari dapur mungkin tidak mengepul...
2. harga bensin yang kian melambung dan terus melambung (januari taun dpn mau naik lagi?)
3. persaingan dengan taksi-taksi gelap yang hingga kini masih terus beroperasi tanpa ada penertiban yang tuntas
4. pick-up & drop point/jarak dari satu lokasi ke lokasi lain yang relatif dekat (only moreless 170sqkm?), beda lah dgn di jkt sih yg emang wilayahnya lebih luas (661,52sqkm?) plus banyak tol dlm kota-nya.
5. angkot yang sudah lumayan bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat kota bdg (ada skitar 38 lintasan trayek) amazingly-still-survived-becak2x..
6. etc.. etc..

nah sekarang gimana caranya supaya dunia per-taxi-an dibandung bisa back to normal?

well.. gw stuju aja ada blue bird masuk ke kota bandung tercinta ini.. cuman pemerintah setempat mungkin perlu melakukan pembenahan di beberapa bidang .. yaa manajementaxi.com laah.. gimana ajaa caranya... supaya penumpang senang,dan bapa2x supir juga tdk manyun.. yaa buat pemrintah sih, mungkin aja bisa dimulai dari penertiban taksi2x gelap, peremajaan armada dari ketujuh perusahaan taxi tsb, pembatasan tahun keluaran mobilnya, etc etc.. buat sang perusahaan taxi, mungkin dengan manajemenqolbusupirtaksi.com kali? he he he pasti ada the best way out nya lah! :d

No comments: